Senin, 14 Februari 2011

Pendidikan Karakter Secara Terpadu dalam Pembelajaran

A. Pengertian Pendidikan Karakter Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran

Yang dimaksud dengan pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku.

Dalam struktur kurikulum kita, ada dua mata pelajaran yang terkait langsung dengan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia, yaitu pendidikan Agama dan PKn. Kedua mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang secara langsung (eksplisit) mengenalkan nilai-nilai, dan sampai taraf tertentu menjadikan peserta didik peduli dan menginternalisasi nilai-nilai.

B. Nilai-nilai Karakter untuk Siswa

Penekanan internalisasi nilai-nilai utama tertentu pada pendidikan karakter telah dianut oleh sejumlah negara. Australia, misalnya, melalui Values Education yang dikembangkannya menekankan pada diperkenalkan, disadari, dan diinternalisasinya sembilan karakter utama, yaitu:

1. Care and compassion

2. Doing your best

3. Fair go

4. Freedom

5. Honesty and trustworthiness

6. Integrity

7. Respect

8. Responsibility

9. Understanding, tolerance, and inclusion

Berikut merupakan contoh nilai-nilai karakter yang dapat dijadikan sekolah sebagai nilai-nilai utama yang diambil/disarikan dari butir-butir SKL dan mata pelajaran-mata pelajaran SMP yang ditargetkan untuk diinternalisasi oleh siswa:

1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan

a. Religius

2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri

a. Jujur

b. Bertanggung jawab

c. Bergaya hidup sehat

d. Disiplin

e. Kerja keras

f. Percaya diri

g. Berjiwa wirausaha

h. Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif

i. Mandiri

j. Ingin tahu

k. Cinta ilmu

3. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama

a. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain

b. Patuh pada aturan-aturan sosial

c. Menghargai karya dan prestasi orang lain

d. Santun

e. Demokratis

4. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan

a. Peduli sosial dan lingkungan

5. Nilai kebangsaan

a. Nasionalis

b. Menghargai keberagaman

C. Distribusi Butir-butir Karakter Utama ke Dalam Mata Pelajaran

Pada bagian sebelumnya disebutkan bahwa ada banyak nilai yang perlu ditanamkan pada siswa. Apabila semua nilai tersebut harus ditanamkan dengan intensitas yang sama pada semua mata pelajaran, penanaman nilai menjadi sangat berat. Oleh karena itu perlu dipilih sejumlah nilai utama sebagai pangkal tolak bagi penanaman nilai-nilai lainnya. Selain itu, untuk membantu fokus penanaman nilai-nilai utama tersebut, nilai-nilai tersebut perlu dipilah-pilah atau dikelompokkan untuk kemudian diintegrasikan pada mata pelajaran-mata pelajaran yang paling cocok. Tabel 1.1 menyajikan contoh distribusi nilai-nilai utama ke dalam mata pelajaran.

Tabel 1.1. Contoh Distribusi Nilai-Nilai Utama ke Dalam Mata Pelajaran

Mata Pelajaran

Nilai Utama

1. Pendidikan Agama Religius, jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan social, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, peduli
2. PKn Nasionalis, patuh pada aturan sosial, demokratis, jujur, menghargai keragaman, sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain
3. Bahasa Indonesia Berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, percaya diri, bertanggung jawab, ingin tahu, santun, nasionalis
4. IPS Nasionalis, menghargai keberagaman, Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, peduli social dan lingkungan, berjiwa wirausaha, jujur, kerja keras
5. IPA ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, jujur, bergaya hidup sehat, percaya diri, menghargai keberagaman, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli lingkungan, cinta ilmu
6. Bahasa Inggris Menghargai keberagaman, santun, percaya diri, mandiri, bekerjasama, patuh pada aturan sosial
7. Seni Budaya Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin tahu, jujur, disiplin, demokratis
8. Penjasorkes Bergaya hidup sehat, kerja keras, disiplin, jujur, percaya diri, mandiri, menghargai karya dan prestasi orang lain
9. TIK/Keterampilan Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai karya orang lain
10. Muatan Lokal Menghargai keberagaman, menghargai karya orang lain, nasionalis, peduli

Pelaksanaan nPendidikan karakter Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran

Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. Di antara prinsip-prinsip yang dapat diadopsi dalam membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, dan evaluasi adalah prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning. Prinsip-prinsip tersebut secara singkat dijelaskan berikut ini.

1. Konstruktivisme (Constructivism)

Konstrukstivisme adalah teori belajar yang menyatakan bahwa orang menyusun atau membangun pemahaman mereka dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pengetahuan awal dan kepercayaan mereka.

Tugas guru dalam pembelajaran konstruktivis adalah memfasilitasi proses pembelajaran dengan:

(a) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa,

(b) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri,

(c) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar.

2. Bertanya (Questioning)

Dalam pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk:

(a) menggali informasi, baik teknis maupun akademis

(b) mengecek pemahaman siswa

(c) membangkitkan respon siswa

(d) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa

(e) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa

(f) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru

(g) menyegarkan kembali pengetahuan siswa

3. Inkuiri (Inquiry)

Inkuiri adalah proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman, yang diawali dengan pengamatan dari pertanyaan yang muncul. Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut didapat melalui siklus menyusun dugaan, menyusun hipotesis, mengembangkan cara pengujian hipotesis, membuat pengamatan lebih jauh, dan menyusun teori serta konsep yang berdasar pada data dan pengetahuan.

Langkah-langkah kegiatan inkuiri:

a) merumuskan masalah (dalam mata pelajaran apapun)

b) Mengamati atau melakukan observasi

c) Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lain

d) Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau audien yang lain

4. Masyarakat Belajar (Learning Community)

Masyarakat belajar adalah sekelompok siswa yang terikat dalam kegiatan belajar agar terjadi proses belajar lebih dalam. Praktik masyarakat belajar terwujud dalam:

(a) Pembentukan kelompok kecil

(b) Pembentukan kelompok besar

(c) Mendatangkan ‘ahli’ ke kelas (tokoh, olahragawan, dokter, petani, polisi, dan lainnya)

(d) Bekerja dengan kelas sederajat

(e) Bekerja kelompok dengan kelas di atasnya

(f) Bekerja dengan masyarakat

5. Pemodelan (Modeling)

Pemodelan adalah proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja, dan belajar. Guru menunjukkan bagaimana melakukan sesuatu untuk mempelajari sesuatu yang baru.

Contoh praktik pemodelan di kelas:

a) Guru olah raga memberi contoh berenang gaya kupu-kupu di hadapan siswa

b) Guru PKn mendatangkan seorang veteran kemerdekaan ke kelas, lalu siswa diminta bertanya jawab dengan tokoh tersebut

c) Guru Geografi menunjukkan peta jadi yang dapat digunakan sebagai contoh siswa dalam merancang peta daerahnya

d) Guru Biologi mendemonstrasikan penggunaan thermometer suhu badan

6. Refleksi (Reflection)

Refleksi memungkinkan cara berpikir tentang apa yang telah siswa pelajari dan untuk membantu siswa menggambarkan makna personal siswa sendiri.

Realisasi refleksi dapat diterapkan, misalnya pada akhir pembelajaran guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi. Hal ini dapat berupa:

(a) pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperoleh siswa hari ini

(b) catatan atau jurnal di buku siswa

(c) kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari ini

(d) diskusi

(e) hasil karya

7. Penilaian Autentik (Authentic Assessment)

Penilaian autentik sesungguhnya adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif.

Substansi Nilai/Karakter yang ada pada SKL SMP/MTs/SMPLB/Paket B

No. Rumusan SKL Nilai/Karakter
1 Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja Iman dan taqwa
2 Menunjukkan sikap percaya diri adil
3 Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas disiplin
4 Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional nasionalistik
5 Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif Bernalar, kreatif
6 Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif bernalar, kreatif
7 Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya Gigih, tanggung jawab
8 Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari bernalar
9 Mendeskripsi gejala alam dan sosial Terbuka, bernalar
10 Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab Tanggung jawab
11 Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Nasionalistik, gotong royong
12 Menghargai karya seni dan budaya nasional Peduli, nasionalistik
13 Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya Tanggung jawab, kreatif
14 Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang Bersih dan sehat
15 Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun Santun, bernalar
16 Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat Terbuka, Tanggung jawab
17 Menghargai adanya perbedaan pendapat Terbuka, adil
18 Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana Gigih, kreatif
19 Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Gigih, kreatif
20 Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah Bervisi, bernalar

NOTULA REPRESENTASI KEGIATAN LESSON STUDY ( OPEN CLASS ) MGMP BERMUTU BAHASA INDONESIA POKJA II KABUPATEN BATANG

Hari/Tanggal : Senin, 16 November 2009

Waktu : 11.00 – 12.00 Wib

Tempat : SMP Negeri 1 Wonotunggal

Peserta : 21 orang

Susunan Acara :

1. Pembukaan

2. Penjelasan Umum

3. Kesan-kesan dari Guru Peserta

4. Tanggapan/Komentar Observer

5. Lain-lain

6. Penutup

A. Pembukaan

Kegiatan representasi dibuka dengan membaca basmalah bersama

B. Penjelasan Umum oleh Guru Pemandu ( Eko Priyandono, S.Pd )

1. Tujuan representasi adalah untuk memberikan imbal balik antara guru peserta dan observer dalam rangka kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing

2. Tanggapan dan komentar bukan ditujukan untuk guru peserta, tetapi lebih ditekankan pada respon, partisipasi, dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung

3. Kegiatan Lesson Study merupakan rangkaian proses dalam Penelitian Tindakan Kelas. Hal ini agar ditindaklanjuti oleh guru-guru peserta MGMP bermutu untuk juga dilaksanakan sekolah masing- masing. Hasil kegiatan yang berupa nilai siswa, angket, penilaian observer, dan instrumen-instrumen lain akan menjadi sumber rujukan dalam pembuatan PTK (Classroom Action Researc )

C. Kesan-kesan dari Guru Peserta / Guru Model (Wahyu Arinudin, S.Pd )

1. Pada awal kegiatan ada perasaan sedikit grogi. Namun, segera dapat mengatasi perasaan tersebut.

2. Ada kesan bahwa para siswa nampak lelah, mungkin karena selesai mengikuti kegiatan Persami.

3. Walau anak-anak kelihatan lelah, tetapi mereka tetap antusias dan menuruti arahan dan perintah guru.

4. Kegiatan lesson study tadi sebaiknya dilengkapi dengan sound system, sehingga tidak terlalu menguras energi. Juga partisipasi siswa lebih maksimal.

5. Sebelum menjadi guru model, sudah berusaha maksimal untuk mempersiapkan diri termasuk konsultasi dan diskusi-diskusi kecil dengan guru pemandu.

D. Tanggapan – tanggapan dan Komentar Observer

1. Dimyati, S.Pd ( SMP 1 Bandar )

a. Guru model kurang menggali pertanyaan-pertanyaan yang mengacu ke topik.

b. Kegiatan inti bagus, keaktifan siswa bagus

c. Pada kegiatan penutup, sudah memberikan penguatan dengan menyampaikan sistematika,bahasa, dan bentuk surat pribadi sedangkan hal lain kurang diperhatikan. Akibatnya, tugas untuk membuat surat pribadi kurang orisinil ( beberapa kelompok hanya mengganti alamat surat dan tanggal dari contoh surat yang diberikan )

2. Rumanti, S.Pd ( SMP 2 Bandar )

a. Persiapan yang dilakukan guru cukup baik, diantaranya mempersiapkan kelas dengan LCD, media pembelajaran, perangkat, dan angket siswa.

b. Skenario pembelajaran sudah baik yaitu dimulai dari pembukaan (perkenalan dan apersepsi), kegiatan inti, dan penutup.

c. Pada kegiatan apersepsi, sebelum guru menjelaskan pengertian surat pribadi, alangkah baiknya guru mengajukan pertanyaan yang memotivasi siswa, misalnya: Pernahkah kalian menulis surat?

d. Pada kegiatan inti sudah baik. Namun, lebih baik lagi perwakilan dari kelompok yang mendapatkan tugas yang sama diberi kesempatan untuk membacakan hasil diskusinya.

e. Pada kegiatan penutup, terkesan tergesa-gesa sebab waktunya hanya lima menit.

f. Berkaitan dengan apersepsi yang tepat pada awal pembelajaran, tentu akan berdampak pada tugas siswa yang lebih orisinil, tidakhanya mengganti dari contoh yang diberikan.

g. Secara keseluruhan, KBM sudah berjalan sesuai dengan rencana dan keaktifan siswa terkendali.

3. Nur Hayati, S.Pd ( SMP 2 Wonotunggal )

a. Siswa sudah aktif dalam KBM.

b. Keaktifan siswa lebih dari 80 %

c. KBM sudah berjalan dengan baik

4. Mahfiyah, S.Pd ( SMP 1 Wonotunggal )

a. Media kurang dimanfaatkan

b. Model pembelajaran Jigsaw banyak nilai positifnya.

5. Mundoaf, S.Pd ( SMP 2 Blado )

a. Guru sudah ada persiapan media

b. Proses pembelajaran bagus

c. Dalam apersepsi, tidak diungkapkan manfaat menulis surat pribadi dan tujuan pembelajaran.

6. Nisrina, S.Pd ( SMP 4 Bandar )

a. Kegiatan awal sudah bagus

b. Pada kegiatan inti belum disampaikan keterkaitan pembelajaran dengan realita kehidupan.

c. Siswa tak diberi kesempatan menyampaikan hasil diskusi.

7. Didik Kurniawan, S.Pd ( SMP 4 Bandar )

a. Sebagian besar siswa memang sudah aktif, tetapi yang lain nampak hanya ikut-ikutan saja.

b. Penampilan guru sudah bagus.

8.Suyaenah, S.Pd ( SMP 3 Batang )

a. Pengertian surat kurang luas, sehingga siswa kurang memahami sepenuhnya.

D. Lain – lain

Indikator keberhasilan Lesson Study ada tiga :

1. 85 % siswa mencapai KKM yaitu 63 dengan bukti analisis data nilai.

2. Tujuh dari sepuluh kelompok siswa aktif dengan kategori baik.

3. Siswa merespons secara positif terhadap pembelajaran model jigsaw > 85 % dengan bukti angket.

E. Penutup

Kegiatan representasi Lesson Study diakhiri dengan membaca hamdallah bersama.

Wonotunggal, 16 November 2009

Pembuat Notulen,

Rumanti, S.Pd SMP Negeri 2 Bandar

Model RPP Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi, serta Pendidikan Karakter

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah : SMP

Mata Pelajaran : ………………………….

Kelas / Semester : ………………………….

Alokasi Waktu : ……………………

A. Standar Kompetensi

1. Memahami dialog interaktif pada tayangan televisi / siaran radio

B. Kompetensi Dasar

1.1 Menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan TV / siaran radio

C. Indikator

1. Menentukan tema dialog interaktif

2. Menyimpulkan isi dialog interaktif dengan alasan yang logis.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Pertemuan 1

Siswa dapat menentukan tema dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan TV atau radio

2. Pertemuan 2

Siswa dapat menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan TV atau radio

E. Materi Pokok

1. Pertemuan 1

Siswa dapat menentukan tema dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan TV atau radio

(Sumber : ………………………………………………………………………………. …)

2. Pertemuan 2

Siswa dapat menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan TV atau radio

(Sumber : ………………………………………………………………………………. …)

F. Metode/Model Pembelajaran

1. Pendekatan Pembelajaran :

a. ….

b. ….

2. Model Pembelajaran :

a. ….

b. ….

3. Metode Pembelajaran :

a. ….

b. ….

G. Strategi / Skenario Pembelajaran

Pertemuan 1

No Kegiatan Waktu Metode Karakter
1 Pendahuluan
  1. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali pengalaman dalam menyimak dialog interaktif beberapa narasumber baik secara langsung atau melalui tayangan TV / siaran Radio
  2. Guru mengajak siswa untuk menyiapkan perangkat yang dibutuhkan dalam kegiatan menyimak dialog
15’ Tanya jawab

Introspeksi diri

Tanggung

jawab

2 Kegiatan Inti

a. Eksplorasi

Siswa mencermati tayangan atau rekaman dialog interaktif dalam acara TV / siaran Radio

b. Elaborasi

1. Siswa mencatat hal-hal penting atau pokok-pokok dialog dari tayangan / sebuah rekaman dialog interaktif pada salah satu acara TV/ siaran radio

2. Siswa secara berkelompok mendiskusikan hal-hal penting yang dapat ditangkap dari tayangan atau rekaman dialog, interaktif untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan dalam menentukan tema dan mengambil kesimpulan .

3. Siswa secara berkelompok menentukan tema dialog dan menyimpulkan isi dialog .

4. Siswa memaparkan tema dialog dan kesimpulannya dialog di depan kelas .

c. Konfirmasi

Masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap tema dan simpulan kelompok lain

90’ Diskusi

Penugasan

Mandiri

Tanggung jawab

Kerjasama

Kerjasama

Kerjakeras/tanggung jawab

3 Penutup
  1. Guru bersama siswa menyimpulkan isi pembelajaran tentang dialog interaktif beberapa narasumber (.)
  2. Guru dan siswa merefleksikan pembelajaran mendengarkan dialog interaktif.(.)
15’ Refleksi

Penugasan

Kerjasama

Instrospeksi diri

Pertemuan 2


No Kegiatan Waktu Metode Karakter
1 Pendahuluan
  1. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali pengalaman dalam menyimak dialog interaktif beberapa narasumber baik secara langsung atau melalui tayangan TV / siaran Radio
  2. Guru mengajak siswa untuk menyiapkan perangkat yang dibutuhkan dalam kegiatan menyimak dialog
15’ Tanya jawab

Introspeksi diri

Tanggung

jawab

2 Kegiatan Inti

a. Eksplorasi

Siswa mencermati tayangan atau rekaman dialog interaktif dalam acara TV / siaran Radio

b. Elaborasi

1. Siswa mencatat hal-hal penting atau pokok-pokok dialog dari tayangan / sebuah rekaman dialog interaktif pada salah satu acara TV/ siaran radio

2. Siswa secara berkelompok mendiskusikan hal-hal penting yang dapat ditangkap dari tayangan atau rekaman dialog, interaktif untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan dalam menentukan tema dan mengambil kesimpulan .

3. Siswa secara berkelompok menentukan tema dialog dan menyimpulkan isi dialog .

4. Siswa memaparkan tema dialog dan kesimpulannya dialog di depan kelas .

c. Konfirmasi

Masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap tema dan simpulan kelompok lain

90’ Diskusi

Penugasan

Mandiri

Tanggung jawab

Kerjasama

Kerjasama

Kerjakeras/tanggung jawab

3 Penutup
  1. Guru bersama siswa menyimpulkan isi pembelajaran tentang dialog interaktif beberapa narasumber (.)
  2. Guru dan siswa merefleksikan pembelajaran mendengarkan dialog interaktif.(.)
15’ Refleksi

Penugasan

Kerjasama

Instrospeksi diri

H. Media / Sumber Pembelajaran

1. Media Pembelajaran :

a. Tayangan atau Rekaman dialog interaktif pada acara TV / siaran Radio

b. Media elektronika yang lain

2. Sumber Pembelajaran :

a. ….

b. ….

I. Penilaian / Evaluasi

1. Instrumen / Soal :

Cermatilah dan simaklah dialog interaktif berikut !

1) Secara berkelompok tentukan tema dialog !

2) Buatlah simpulan isi dialog tsb !

3) Paparkan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas !

2. Rubrik Penilaian :

No Nama Siswa Aspek yang dinilai Keterangan










Skor untuk tiap aspek antara 1 s.d 3

Penilaian Karakter :

No Nama Siswa Aspek yang dinilai Jml skor Kriteria
Kepedulian Kerja sama Tanggung jawab Percaya Diri


5 4 3 2 1














Skor untuk tiap aspek antara 1 s.d 3
























N I L A I = jumlah skor yang diperoleh siswa X 100 Skor total

Mengetahui Batang, 2 September 2010

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

MGMP MATEMATIKA POKJA 2 KE POKJA 3 KABUPATEN BATANG TAHUN 2010-2011

Latar Belakang.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.74 tahun 2008, pasal 47 ayat 4 mengamanatkan bahwa pengembangan dan peningkatan kompetensi bagi guru yang sudah memiliki sertifikasi pendidikan dilakukan dalam rangka menjaga agar Kompetensi keprofesiannya tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dan atau olah raga. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggunakan kelompok kerja pendidikan dan tenaga kependidikan yang sudah ada sebagai media. Dalam program BERMUTU media ini diberdayakan fungsinya sehingga setelah melaksanakan program BERMUTU diharapkan MGMP menjadi kelompok kerja yang aktif dalam meningkatkan profesionalisme pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK).

Program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan adalah program BERMUTU. Tujuan program BERMUTU untuk mendukung upaya peningkatan kualitas dan kinerja guru melalui peningkatan penguasaan materi pembelajaran dan keterampilan mengajar di kelas. Tujuan ini dapat tercapai salah satunya melalui peningkatan pengembangan profesional berkelanjutan bagi tenaga PTK dapat dilaksanakan melalui kegiatan belajar yang dilaksanakan di kelompok kerja. Kegiatan belajar di kelompok kerja dalam program BERMUTU ditandai dengan ketercapaian sejumlah indicator. Indikator keberhasilan program BERMUTU di tingkat kelompok kerja MGMP adalah :

1. Pengembangan kurikulum dan silabus.

2. Pengembangan RPP.

3. Pelaksanaan kajian kritis.

4. Pengembangan analisis butir soal dan bank soal.

5. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas.

6. Penulisan jurnal belajar.

7. Pemantauan kualitas guru.

8. Pemetaan kompetensi guru.

Upaya peningkatan pengembangan professional berkelanjutan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara tersebut adalah melalui kegiatan Study Visit ke obyek belajar dengan tujuan untuk mempelajari aspek yang dianggap lebih baik yang dimiliki oleh obyek belajar tersebut.

Study visit dilaksanakan untuk memberikan wawasan kepada peserta belajar di kelompok kerja mengenai pengalaman praktis terbaik orang lain yang melakukan kegiatan yang sama dan diimplementasikan hasil kegiatan tersebut di sekolah. Dengan study visit diharapkan peserta belajar di kelompok belajar dapat mengembangkan kinerjanya masing-masing sesuai tugas dan fungsinya di sekolah.

Studi visit merupakan suatu kegiatan kunjungan belajar dengan tujuan untuk mengambil aspek yang dianggap lebih baik dan berhasil yang dilakukan oleh kelompok kerja atau sekolah dalam mengelola kegiatan pembelajaran.

Untuk meningkatkan kinerjanya, Kelompok Kerja (Pokja) 2 MGMP BERMUTU Matematika memandang perlu mengadakan study visit ke Kelompok Kerja (Pokja) 3 yang dipandang lebih baik dan berhasil dalam mengelola kegiatan MGMP BERMUTU dan sekaligus dalam mengelola kegiatan pembelajaran di kelas.

Tujuan Kunjungan Belajar (Study Visit)

Kunjungan belajar (Study visit) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk:

1. memperoleh gambaran pelaksanaan belajar di MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang;

2. memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang membuat MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang berhasil membelajarkan anggotanya dalam mengembangkan silabus dan RPP, mengimplementasikan model pembelajaran inovatif, dan mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia di sekolah anggotanya;

3. memperoleh informasi fasilitas belajar yang tersedia di MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang;

4. memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 1 Tulis.

Sasaran

YANG MELAKUKAN KUNJUNGAN (VISITASI) SASARAN KETERANGAN
Anggota MGMP Matematika Pokja II Kabupaten Batang MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang. Yang mendapatkan DBL dan memiliki keunggulan dalam kelengkapan sumber belajar, pemandu memiliki pengalaman praktis dalam membelajarkan teman sejawat
SMP Negeri 1 Tulis, Batang SMP yang memiliki keunggulan dalam pembelajaran yang inovatif dan berbasis multimedia.

Materi

1. Hasil Pelaksanaan program BERMUTU di MGMP Matematika Pokja 3 Kab. Batang.

2. Implementasi hasil kegiatan MGMP Matematika Pokja 3 Kab. Batang di SMP N 1 Tulis.

Output

1. Informasi tentang keberhasilan pembelajaran di MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang dalam membelajarkan anggotanya sehingga berhasil mengembangkan silabus dan RPP yang sesuai standar proses dan memuat pendidikan karakter, mengimplementasikan model pembelajaran inovatif, dan mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia di sekolah anggotanya.

2. Informasi tentang proses pembelajaran di MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang.

3. Informasi tentang sumber belajar yang digunakan MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang.

4. Contoh perangkat pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran inovatif.

Waktu

Kegiatan kunjungan belajar (study visit) ke MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang dan SMP Negeri 1 Tulis dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 24 November 2010 pukul 08.00 s.d 11.00 WIB di SMP Negeri 1 Tulis

Biaya

Biaya kunjungan belajar (study visit) berasal dari anggaran yang dialokasikan dari DBL

Prosedur Kegiatan

1. Menyusun Panduan Kunjungan Belajar.

2. Pemberitahuan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Batang dan MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang serta SMP Negeri 1 Tulis.

3. Pemberian Penjelasan kepada anggota MGMP Matematika Pokja II Kabupaten Batang mengenai kunjungan belajar (study visit) ke MGMP Matematika Pokja 3 Kabupaten Batang dan SMP Negeri 1 Tulis

4. Pelaksanaan kunjungan belajar (sudy visit).

5. Analiisis data hasil kunjungan.

6. Penyusunan Laporan.

Pelaksanaan study visit.

Pelaksanaan study visit (kunjungan belajar) dari MGMP Matematika Pokja 2 ke Pokja 3 kebetulan bersamaan dengan kunjungan P4TK Yogyakarta ke MGMP Bermutu Kabupaten Batang. Sehingga jadwal kegiatan ini sedikit mengalami perubahan, karena harus berbagi waktu dengan kegiatan P4TK Yogyakarta.

Peserta kunjungan dari pokja 2 hadir pukul 07.30 untuk selanjutnya berkumpul bersama peserta MGMP Matematika Pokja 3 di ruang pertemuan. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala SMP N 1 Tulis bapak Siswanto, M.Pd. Beliau memberikan beberapa informasi tentang keadaan SMP N 1 Tulis diantaranya sejarah berdirinya SMP N 1 Tulis, Visi dan Misi Sekolah, kwalifikasi pendidikan guru, jumlah siswa dan prestasi yang pernah diraih oleh SMP N 1 Tulis. Sambutan kedua Ketua MGMP Pokja 3 bapak Rochani, M.Pd, beliau menyampaikan terima kasih kepada pokja 2 yang merpercayakan pokja 3 dan sekaligus SMP N 1 Tulis sebagai sasaran kunjungan Study Visit. Sambutan berikutnya bapak Drs. Marsudi Raharjo, M.Pd wakil dari P4TK Yogyakarta,beliau mengingatkan pelaksanaan Program Bermutu terutama di Kabupaten Batang. Sambutan berikutnya Wakil DCT Kabupaten Batang bapak Anung Setyawan, M.pd. Beliau menjelaskan tugas dan fungsi DCT, dan mengingatkan tagihan program kegiatan BERMUTU.

Kegiatan selanjutnya sesuai dengan rencana, peserta Pokja 2 dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I (10 anggota) mengamati jalannya MGMP BERMUTU Pokja 3 dan Kelompok II (9 peserta) melaksanakan kunjungan kelas (mengamati kegiatan pembelajaran) di SMP N 1 Tulis. Masing-masing kelompok didampingi guru Pemandu. Kelompok I didampingi bapak M.Masruh, S.Pd (Pokja 2) dan Dra. Eminingsih, M.Pd (Pokja 3), Kelompok II didampingi ibu Retno Asih, S.Pd (Pokja 2) dan Suyanto, M. Pd (Pokja 3).

Pada saat kunjungan kelas tugas kelompok I mengamati dan mencatat pelaksanaan pembelajaran yang sedang berlangsung di SMP N 1 Tulis. Pada saat itu pengamatan dilaksanakan di kelas VIIIC jam ke 5-6 dengan jumlah siswa 40 orang. Bapak Suyanto, M.Pd sebagai guru model memberikan urutan pembelajaran dengan runtut menuliskan judul, menyampaikan KD, tujuan, apersepsi, motivasi, alat peraga multimedia, model pembelajaran, metode, lks, kuis, penguatan materi, pemberian PR. Siswa kelas VIIIC mengikuti pelajaran dengan tertib dan aktif berdiskusi dalam kelompoknya, sesuai arahan guru. Semua kejadian dicatat dengan rapi dan terperinci pada lembar instrumen yang telah disiapkan.

Kelompok II mengamati pelaksanaan kegiatan MGPM Matematika Pokja 3 di Ruang ICT dengan pemandu ibu Dra. Eminingsih, M.Pd. Materi ICT yang disampaikan pada pertemuan ini adalah Pengolahan Data menggunakan Microsoft Exel. Pada kegiatan ini terlihat peserta bermutu menggunakan fasilitas yang terdapat di Sanggar MGMP Pokja 3 berupa Komputer, LCD proyektor, serta ruangan yang berpendingin AC. Namun demikian terdapat kelemahan penggunaan sarana ini yaitu jika semua komputer dihidupkan daya listrik tidak mencukupi (tidak kuat). Kelemahan tersebut teratasi dengan sebagian peserta menggunakan Laptop masing-masing. Kegiatan MGMP berjalan cukup komunikatif, pemandu mengarahkan peserta untuk menyelesaikan materi dan tugas yang diberikan, peserta segera menanyakan hal-hal yang belum jelas dan segera menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Tugas diupayakan selesai pada tiap pertemuan, sehingga tidak menambah beban pada pertemuan berikutnya. Porto polio peserta disimpan dengan rapi pada tempat yang telah disiapkan oleh Pengurus Pokja

Lesson Study : Langkah Menuju Peningkatan Mutu Pembelajaran

Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.

Lesson study adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru-guru Jepang untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkat hasil pembelajaran (Garfield,2006).

Proses sistematis yang dimaksud adalah kerja guru-guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajan secara bersiklus dan terus menerus.

Dalam Kegiatan Program BERMUTU, Lesson Study dijadikan salah satu pendekatan untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Lesson Study menggunakan tiga langah kegiatan yaitu Plan, Do, dan See.

Tahap-tahap Lesson Study :

1. Membentuk kelompok lesson study.

2. Memfokuskan lesson study.

3. Merencanakan rencana pelmbelajaran (Research Lesson).

4. Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi).

5. Mendiskusikan dan menganalisis pembelajaran, yang telah dilaksanakan.

6. Merefleksikan pembelajaran dan merencanakan tahap-tahap selanjutnya.

Merencanakan Research Lesson (Plan)

1. Sekelompok guru secara bersama-sama (kolaboratif) menyusun rencana pembelajaran (RPP) dengan semua perangkat pembelajaran yang diperlukan (LKS, Instrumen untuk evaluasi, media, dsb).

2. Setiap guru anggota kelompok LS mencurahkan pikiran untuk menghasilkan skenario pembelajaran yang baik atau dengan strategi yang tepat dan operasional (sesuai dengan kondisi dan sistuasi siswa, sekolah dan sarana pendukungnya,)

Mengajar dan Mengamati Research Lesson (Do) Open Class

1. Seorang “guru model” melakukan pembelajaran di kelas

2. Anggota kelompok melakukan observasi (terhadap aktivitas belajar semua siswa atau sesuai dengan tugas masing-masing)

3. Setiap observasi mencatat hasil observasi sebagai bahan refleksi. Jika mungkin dianjurkan untuk merekam kegiatan pembelajaran dengan handycam.

4. Observer “dilarang” untuk membantu, intervensi, atau mengganggu siswa dan guru model selama kegiatan pembelajaran

Mendiskusikan dan Menganalisis Hasil Pengamatan (See)-Refleksi.

1. Diskusi dilakukan secara formal (dipimpin oleh moderator dan disertai notulis)

2. Guru model (pengajar) diberi kesempatan pertama untuk melakukan refleksi diri, tentang:

  1. perasaan guru model sebelum, saat, dan setelah melaksanaan pembelajaran (open class);
  2. alur skenario atau langkah pembelajaran yang berhasil dan tidak berhasil dilaksanakan;
  3. Penilaian terhadap keberhasilan pembelajaran yang dilakukan.

Evaluasi dan Penyempurnaan untuk Kegiatan Berikutnya.

1. Apakah kelompok sudah puas dengg tujuan-tujuan dan operasional grup lesson study?

2. Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk meningkatkan pembelajaran ini?

3. Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk mengujicoba pembelajaran ini di kelas mereka sendiri?

4. Adakah yang berguna dan bernilai dari kegiatan lesson study?

5. Apakah Lesson study dapat meningkatkan kualitas anggota-anggotanya?

6. Apakah Lesson study meningkatkan kualitas siswa?

Dukungan Terhadap Pelaksanaan Lesson Study :

1. Semangat mengkritik diri sendiri (hansei).

2. Keterbukaan terhadap masukan dari orang lain.

3. Mau mengakui kesalahan, dan mau memakai orang lain

4. Mau memberi masukan yang jujur dan penuh respek

Konversi Nilai Sederhana

Oleh: M. Masruh, S.Pd

(Guru Matematika SMP Negeri 1 Wonotunggal)

S

alah satu tugas yang harus diselesaikan oleh guru adalah memberikan penilaian akhir (Nilai Rapor). Proses pengolahan nilai akhir ini terlihat sangat sederhana cukup kita hitung sesuai dengan formula yang telah ditetapkan sekolah, selesai. Apalagi didukung dengan mesin pengolahan data yang canggih (computer), dalam beberapa jam nilai tersebut sudah jadi.

Namun demikian untuk beberapa Bapak Ibu guru termasuk penulis seringkali dihadapkan dengan masalah banyak siswa yang memperoleh nilai ulangan jelek (dibawah KKM) terutama pelajaran yang sulit seperti matematika. Memang kewajiban guru untuk menuntaskan nilai dibawah KKM tersebut. Berbagai macam cara dilakukan dari mengulang pelajaran, mempermudah soal remidi, memberikan tugas, sampai harus mengkonversi hasil ulangan tersebut. Jeda waktu Ulangan Semester dengan penyerahan nilai rapor biasanya tidak kurang dari 5 hari, cukup pendek untuk pengolahan nilai, hal ini juga menjadi kendala bagi guru dalam pengolahan nilai.

Berikut kami sampaikan tip sederhana mengkonversi nilai sehingga kita dengan cepat dapat mengubah nilai seperti yang kita inginkan. Pengolahan konversi ini dapat kita laksanakan pada progam pengolah data Microsof Exel.

1. Masukkan semua nilai siswa ke dalam lembar kerja, misalkan nilai ulangan harian 1 (misalkan pada sel C7 – C43, menyesuaikan jumlah siswa pada tulisan ini terdapat 37 siswa)

2. Menghitung Nilai tertinggi (sel C45), nilai terendah(sel C46) dan Rentang nilai (selC47) dengan rumus =C45 – C46, nilai Ulangan Harian

3. Menyiapkan kolom untuk hasil nilai konversi, misalkan sel D7 – D43

4. Sebelum memasukkan rumus konversi pada sel D7 kita perhatikan dulu rumus konversinya sebagai berikut:

Nilai Konversi =

Keterangan :

x = nilai konversi terendah yang kita inginkan

y = nilai asli yang akan dikonversi

a = nilai asli terendah

b = rentang nilai konversi yang diinginkan (nilai tertinggi – nilai terendah)

c = rentang nilai asli (nilai tertinggi – nilai terendah)

5. Rumus di atas kita praktikkan di lembar kerja sebagai berikut:

a. Pointer kita aktifkan pada sel D7.

Misalkan:

1. Jumlah siswa 37 anak

2. Nilai asli tertinggi 76

3. Nilai asli terendah 28

4. Rentang nilai asli = 76 – 28 = 48

kita menginginkan nilai yang akan kita konversi nanti mempunyai:

5. nilai terendah 55

6. nilai tertinggi 88

7. maka rentang nilai konversi = 88 – 55 = 33.

b. Pada sel D7 kita ketik = 55+(C7–28)*33/48

C7 : nilai asli yg akan kita konversi

c. Setelah kita enter pada sel D7 akan muncul hasil nilai konversi (misal nilai asli 34 maka nilai konversi 59)

d. sel D7 kita copy ke sel D8 – D43 akan muncul seluruh hasil nilai konversi sebagai pengecekan bahwa rumus yang sudah kita berikan benar, maka kita bias lihat hasil nilai asli terendah 28 menjadi 55 dan nilai asli tertinggi 76 menjadi 88.

Mudah bukan? Nilai yang kita konversi dapat kita ubah dengan cepat sesuai dengan yang inginkan, misalkan kita menginginkan hasil konversi dengan nilai terendah 60 dan tertinggi 95, maka rentangnya 95 – 60 = 35. Pada sel D7 kita ketik =60+(C7-C46)*35/C47.

Selamat mencoba!

Kerangka Model Pembelajaran Interaktif

1. PICTURE AND PICTURE

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Menyajikan materi sebagai pengantar

c. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi

d. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis

e. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut

f. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai

g. Kesimpulan/rangkuman

2. NUMBERED HEADS TOGETHER

Langkah-langkah :

a. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor

b. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya

c. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya

d. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka

e. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain

f. Kesimpulan

3. COOPERATIVE SCRIPT

Skrip kooperatif :

metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari

Langkah-langkah :

a. Guru membagi siswa untuk berpasangan

b. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan

c. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar

d. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.

Sementara pendengar :

1. Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap

2. Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya

e. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.

f. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru

g. Penutup

4. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR

Langkah-langkah :

a. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor

b. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai

Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.

c. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka

d. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain

e. Kesimpulan

5. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

Langkah-langkah :

a. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)

b. Guru menyajikan pelajaran

c. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.

d. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu

e. Memberi evaluasi

f. Kesimpulan

6. JIGSAW (MODEL TIM AHLI)

Langkah-langkah :

a. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim

b. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda

c. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan

d. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka

e. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh

f. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi

g. Guru memberi evaluasi

h. Penutup

7. ARTIKULASI

Langkah-langkah :

a. Menyampaikan kompetensi

b. Menyajikan materi

c. Membantuk kelompok berpasangan dua orang

d. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu untuk menggali informasi dari pasangannya sebagian materi yang baru diterima dari guru dan sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga pasangan lain.

e. Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya

f. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa

g. Kesimpulan/penutup

8. MIND MAPPING

Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban

Langkah-langkah :

a. Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa

c. Mendiskusikan konsep/permasalahan dalam kelompok (2-3 orang)

d. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi

e. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru

f. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru

9. MENCARI PASANGAN

Langkah-langkah :

a. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, diebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban

b. Setiap siswa mendapat satu buah kartu

c. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang

d. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)

e. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin

f. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya

g. Demikian seterusnya

h. Kesimpulan/penutup

10. THINK PAIR AND SHARE

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan materi/permasalahan sesuai kompetensi sebagai pancingan

b. Tiap siswa memikirkan pengembangan materi/gagasan pemecahan masalah

c. Siswa berdiskusi berpasangan/berkelompok untuk mengutarakan hasil pemikiran masing-masing sampai menemukan kesepakatan

d. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap pasangan/kelompok mengemukakan hasil diskusinya

e. Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa

f. Guru/siswa menarik simpulan

g. Refleksi penutup

11. DEBAT

Langkah-langkah :

a. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra

b. Guru menyampaikan/memberikan tugas membaca materi/permasalahan yang akan didebatkan

c. Guru menunjuk kelompok pro untuk berbicara lebih dahulu, kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.

d. Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan.

e. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap

f. Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.

12. ROLE PLAYING

Langkah-langkah :

a. Menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan

b. Beberapa siswa mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM

c. Membentuk kelompok (beranggotakan 5 orang)

d. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai

e. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan

f. Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan

g. Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok.

h. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya

i. Guru memberikan kesimpulan secara umum

j. Evaluasi

k. Penutup

13. GROUP INVESTIGATION

Langkah-langkah :

a. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen

b. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok

c. Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain

d. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif yang bersifat penemuan

e. Setelah selesai diskusi, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok

f. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan

g. Evaluasi

h. Penutup

14. TALKING STICK

Langkah-langkah :

a. Guru menyiapkan sebuah tongkat

b. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi.

c. Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunya.

d. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru

e. Guru memberikan kesimpulan

f. Evaluasi

g. Penutup

15. BERTUKAR PASANGAN

Langkah-langkah :

a. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya).

b. Guru memberikan tugas untuk dikerjakan berpasangannya.

c. Pasangan yang telah selesai mengerjakan tugas mencari pasangan lain untuk bertukar pasangan.

d. Kedua pasangan baru saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.

e. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.

16. SNOWBALL THROWING

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan

b. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi

c. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya

d. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok

e. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit

f. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian

g. Evaluasi

h. Penutup

17. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING

Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi

c. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep.

d. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa.

e. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.

f. Penutup

18. COURSE REVIEW HORAY

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi

c. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab

d. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa

e. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (Ö) dan salan diisi tanda silang (x)

f. Siswa yang sudah mendapat tanda Ö vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya

g. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh

h. Penutup

19. DEMONSTRATION

(untuk materi yang memerlukan peragaan atau percobaan)

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan

c. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan

d. Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.

e. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya.

f. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan.

g. Guru membuat kesimpulan.

20. EXPLICIT INTRUCTION

(PENGAJARAN LANGSUNG – ROSENSHINA & STEVENS, 1986)

Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah.

Langkah-langkah :

a. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

b. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan

c. Membimbing pelatihan

d. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

e. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan

21. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)

KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS

(STEVEN & SLAVIN, 1995)

Langkah-langkah :

a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen

b. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran

c. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas

d. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok

e. Guru membuat kesimpulan bersama

f. Penutup

22. INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE (LINGKARAN KECIL-LINGKARAN BESAR)

OLEH SPENCER KAGAN

“Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur”

Langkah-langkah :

a. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar

b. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam

c. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan

d. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.

e. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya

23. WORD SQUARE

MEDIA :
* Buat kotak sesuai keperluan * Buat soal sesuai TPK

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai.

b. Guru membagikan lembaran kegiatan sesuai contoh

c. Siswa menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban

d. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak

CONTOH :

T Y E N I O K N
R A U A N K U O
A B A R T E R M
N A N I R R S I
S D G I I T G N
A O N L S A I A
K L A A I S R L
S A C E K B O S
I R I N G G I T

CONTOH SOAL

a. Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara …….

b. ……. digunakan sebagai alat pembayaran yang sah

c. Uang ……. saat ini banyak di palsukan

d. Nilai bahan pembuatan uang disebut …….

e. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai …

f. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut …….

g. Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai …….

h. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif …

i. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut …….

24. SCRAMBLE

MEDIA :

a. Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai

b. Buat jawaban yang diacak hurufnya

Langkah-langkah :

a. Guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai

b. Membagikan lembar kerja sesuai contoh

Susunlah huruf-huruf pada kolom B sehingga merupakan kata kunci (jawaban) dari pertanyaan kolom A.


A

1. Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara …

2. … digunakan sebagai alat pembayaran yang sah

3. Uang … saat ini banyak dipalsukan

4. Nilai bahan pembuatan uang disebut nilai …

5. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai .

6. Nilai perbandingan uang dalam negeri dengan mata uang asing disebut …

7. Nilai yang tertulis pada uang disebut nilai …

8. dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut …

9. perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening di bank untuk membayar sejumlah uang disebut …


B

1. TARREB …………………………….

2. GANU …………………………………

3. TRASEK ………………………………

4. KISTRINI ………………………………

5. LIRI ………………………………………

6. SRUK …………………………………

7. MINALON ………………………….

8. SAKSITRAN …………………………

9. KEC ……………………………………

25. TAKE AND GIVE

MEDIA :

a. Kartu ukuran ± 10×15 cm sejumlah peserta tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda dengan kartu yang lainnya, materi sesuai dengan TPK

b. Kartu contoh sejumlah siswa

c. CONTOH Kartu :

Langkah-langkah :

a. Siapkan kelas sebagaimana mestinya

b. Jelaskan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai

c. Untuk memantapkan penguasaan peserta tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) lebih kurang 5 menit

d. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasi. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh.

e. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give).

f. Untuk mengevaluasi keberhasilan berikan berikan siswa pertanyaan yang tak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain).

g. Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan

h. Kesimpulan

26. CONSEPT SENTENCE

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan kompentensi yang ingin dicapai.

b. Guru menyajikan materi secukupnya.

c. Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen.

d. Guru Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan.

e. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat.

f. Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh Guru.

g. Kesimpulan.

27. COMPLETTE SENTENCE

Media : Siapkan blangko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Guru Menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya

c. Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen

d. Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap (lihat contoh).

e. Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia.

f. Siswa berdiskusi secara berkelompok

g. Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah diperbaiki. Tiap peserta membaca sampai mengerti atau hapal

h. Kesimpulan

28. TIME TOKEN

Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial, untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali

Langkah-langkah :

a. Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL)

b. Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan.

c. Bila telah selesai bicara kupon yang dipegang siswa diserahkan.

d. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis.

e. dan seterusnya

29. PAIR CHEKS

APA YANG DILAKUKAN?

a. BEKERJA BERPASANGAN

Guru membentuk tim berpasangan berjumlah 2 (dua) siswa. Setiap pasangan mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu melatih

b. PELATIH MENGECEK

Apabila patner benar pelatih memberi kupon

c. BERTUKAR PERAN

Seluruh patner bertukar peran dan mengurangi langkah 1 – 3

d. PASANGAN MENGECEK

Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban

e. PENEGASAN GURU

Guru mengarahkan jawaban /ide sesuai konsep

30. KELILING KELOMPOK

Maksudnya agar masing-masing anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lainnya

Caranya………….?

a. Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan

b. Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya

c. Demikian seterusnya giliran bicara bisa dilaksanakan arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan

31. TARI BAMBU

Agar siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dalam waktu singkat secara teratur strategi ini cocok untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman pikiran dan informasi antar siswa

Caranya?

a. Separuh kelas atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak berdiri berjajar . Jika ada cukup ruang mereka bisa berjajar di depan kelas. Kemungkinan lain adalah siswa berjajar di sela-sela deretan bangku. Cara yang kedua ini akan memudahkan pembentukan kelompok karena diperlukan waktu relatif singkat.

b. Separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama

c. Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran berbagi informasi.

d. Kemudian satu atau dua siswa yang berdiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya di jajarannya. Jajaran ini kemudian bergeser. Dengan cara ini masing-masing siswa mendapat pasangan yang baru untuk berbagi. Pergeseran bisa dilakukan terus sesuai dengan kebutuhan

32. DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY)

Memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainnya.

Caranya :

a. Siswa bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4 (empat) orang

b. Setelah selesai, dua orang dari masing-masing menjadi tamu kedua kelompok yang lain

c. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka

d. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain

e. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka

33. BERTUKAR TEMPAT

Memungkinkan untuk bertukar pendapat dan gagasan secara aktif

Prosedur:

a. Bentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang

b. Minta tiap kelompok mempelajari satu materi/gagasan/ pemecahan masalah

c. Minta tiap anggota kelompok membagi peran penguasaan materi

d. Tiap siswa mencatat apa yang dikuasai pada kertas dan menempelkan pada baju (depan/belakang)

e. Tiap siswa berkeliling kelas atau saling berkunjung ke kelompok lain untuk saling membaca catatan masing-masing (beri waktu khusus)

f. Siswa kembali ke kelompoknya dan mendiskusikan perolehan kunjungan mereka.

g. Membuat rangkuman berdasarkan yang dipelajari dan tambahan perolehan informasi dari kunjungan.

34. INFORMATION GAP

Teknik information gap merupakan gabungan dari teknik yang mana (which face)?, pura-pura lupa (loss of memory), dan membagi informasi (shared information).

Langkah-langkah

a. Guru menyiapkan berbagai gambar benda secara rahasia.

b. Siswa memilih gambar berdasarkan undian.

c. Siswa berusaha menebak benda dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menggali informasi kepada narasumber/guru.

d. Informasi yang didapatnya kemudian disampaikan kepada kelompoknya dengan cara bercerita

e. Kelompok menebak gambar yang dimaksud berdasarkan informasi yang didapat.